RENJA 2027
📑 Dokumen Renja Tahun 2027 Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo Tahun 2027 ⬇️ Download Dokumen
Pencarian Global
📑 Dokumen Renja Tahun 2027 Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo Tahun 2027 ⬇️ Download Dokumen
Tiga Desa di Kabupaten Wonosobo Raih Penghargaan Desa Mandiri Sampah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026Wonosobo – Kabupaten Wonosobo kembali menorehkan prestasi dalam upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Tiga desa yang diusulkan sebagai kandidat dalam Penghargaan Desa Mandiri Sampah (DEMASA) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 berhasil meraih apresiasi pada masing-masing kategori.Prestasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/276 Tahun 2026 tentang Penerima Penghargaan Desa Mandiri Sampah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.Adapun tiga desa dari Kabupaten Wonosobo yang berhasil memperoleh penghargaan tersebut yaitu:Desa Talunombo – meraih Peringkat 3 Kategori Utama.Desa Kalimendong – meraih Peringkat 11 Kategori Madya.Desa Bojasari – meraih Peringkat 15 Kategori Madya.Capaian tersebut menjadi bukti atas komitmen dan konsistensi pemerintah desa bersama masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis sumber daya lokal. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran berbagai unsur di tingkat desa, mulai dari pemerintah desa, pengelola TPS3R dan Bank Sampah, kader lingkungan, hingga masyarakat yang secara aktif terlibat dalam pengelolaan sampah.Penghargaan DEMASA merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap desa yang dinilai mampu mengembangkan tata kelola persampahan secara mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi di tingkat desa, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah, tetapi juga mendorong upaya pengurangan sampah dari sumbernya.Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Talunombo, Desa Kalimendong, dan Desa Bojasari beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.Keberhasilan tiga desa tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Wonosobo untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kelompok pengelola sampah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Prestasi ini bukan sekadar capaian dalam sebuah ajang penghargaan, tetapi menjadi refleksi bahwa gerakan bersama dari tingkat desa mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan.Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta memperluas praktik-praktik baik dari desa-desa yang telah berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri.Selamat kepada Desa Talunombo, Desa Kalimendong, dan Desa Bojasari. Semoga capaian ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menjadi inspirasi dalam mewujudkan Wonosobo Berseri, Desa Mandiri Sampah, dan Lingkungan Lestari.Wonosobo Hebat, Desa Mandiri Sampah, Indonesia Lestari.
Survei Kepuasan Masyarakat DLH Wonosobo Raih Indeks Kepuasan 90,05 dengan Predikat AHalo Sobat Lestari! 🌱Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai sarana untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat periode April–Juni 2026 (Triwulan II), Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 90,05 dengan predikat A (Sangat Baik).Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pelayanan yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo telah mendapatkan penilaian yang sangat baik dari masyarakat pengguna layanan.Partisipasi Masyarakat dalam SurveiDalam periode April–Juni 2026, tercatat sebanyak 14 pengguna layanan, dengan 12 orang di antaranya berpartisipasi sebagai responden dalam Survei Kepuasan Masyarakat.Partisipasi masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pelayanan. Setiap penilaian, masukan, dan saran yang disampaikan masyarakat menjadi bahan bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo untuk mengetahui aspek pelayanan yang sudah berjalan dengan baik maupun bagian yang masih perlu ditingkatkan.Terus Melakukan Perbaikan PelayananMeskipun memperoleh predikat A dengan nilai IKM 90,05, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo tetap berkomitmen melakukan evaluasi secara berkala. Hasil survei menjadi dasar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin cepat, mudah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Beberapa unsur pelayanan yang memperoleh nilai lebih rendah dibandingkan unsur lainnya juga menjadi perhatian dalam upaya perbaikan ke depan, khususnya pada aspek biaya/tarif, sarana dan prasarana, serta waktu penyelesaian pelayanan.Melalui evaluasi tersebut, diharapkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo dapat terus meningkat dan memberikan pengalaman pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.Terima Kasih Sobat LestariDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menggunakan layanan dan berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Masyarakat.Kepuasan masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik.Mari bersama-sama membangun pelayanan publik yang berkualitas untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.🌿 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten WonosoboBersama menjaga lingkungan, bersama meningkatkan pelayanan.Informasi dan Kontak📱 Instagram: @dinaslingkunganhidupwsb☎️ Hotline: 0822 2061 8685🌐 Website: dlh.wonosobokab.go.id
Pada Rabu, 3 Juni 2026, telah dilaksanakan Pertemuan Rutin Forum Sinergi Konservasi Lingkungan Hidup di Pendopo Kepala Desa Kuripan, Kecamatan Garung. Desa Kuripan merupakan desa binaan PT Tirta Investama (TIV) bersama LPTP yang telah menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan ini, BAPPEDA Kabupaten Wonosobo menyampaikan sosialisasi Aplikasi AKSARA (Aksi Pembangunan Rendah Karbon) sebagai upaya mendukung perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pertemuan juga menjadi wadah sinkronisasi berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan yang telah dilaksanakan oleh anggota forum, sehingga tercipta sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, PT Tirta Investama berbagi pengalaman terkait program pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, serta hasil studi lapangan penerapan skema Imbal Jasa Lingkungan yang telah dikembangkan di Desa Kuripan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendamping, dan masyarakat, diharapkan upaya konservasi lingkungan serta pembangunan rendah karbon dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun masa depan.
WONOSOBO, 25 April 2026 — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan melalui aksi bakti sosial bersih sampah yang digelar dalam rangka memperingati Harlah Ansor ke-92, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ansor Banser, RPB Kecamatan Wonosobo, Kelurahan Wonosobo Timur, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Aksi bersih lingkungan tersebut difokuskan di tiga titik aliran sungai yang dinilai membutuhkan penanganan serius, yakni kawasan Bentengsari Brugmenceng, Kerkop, serta sekitar RSUD Setjonegoro. Puluhan peserta tampak antusias turun langsung ke lapangan untuk mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Dari hasil kegiatan tersebut, total sebanyak 1.840 kilogram sampah berhasil diangkat dari sungai. Sampah yang terkumpul didominasi limbah rumah tangga, plastik, serta material lain yang berpotensi mencemari lingkungan dan menghambat aliran air. Panitia kegiatan menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni peringatan hari lahir organisasi, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi dukungan terhadap gerakan Indonesia Asri yang mendorong terciptanya lingkungan sehat, bersih, dan lestari. “Langkah kecil dengan dampak besar. Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai,” ujar salah satu peserta kegiatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Peran aktif berbagai elemen dalam menjaga lingkungan dinilai sangat penting demi menciptakan Wonosobo yang lebih bersih dan nyaman. #HarlahAnsor92 #AnsorBanser #BaktiSosial #AksiBersihSampah #IndonesiaAsri #Wonosobo #PeduliLingkungan
Audiensi kinerja dan penyampaian capaian CSR lingkungan hidup oleh Forum Sinergi Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta. Pemaparan materi disampaikan oleh Ketua Forum Sinergi Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo dari PT Indonesia Power UBP Mrica. Kegiatan ini juga mendapat arahan serta sambutan dari Sekretaris Daerah sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan. Melalui langkah bersama ini, sinergi terus diperkuat untuk menjaga kelestarian alam serta mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan demi masa depan Wonosobo yang lebih baik. 🌱✨ #SobatLestari #WonosoboHijau #CSRLingkungan #SinergiUntukNegeri #LestarikanAlam
📄 Download Dokumen Klik tombol di bawah untuk mengunduh file yang tersedia ⬇️ DOWNLOAD SEKARANG
📄 Download Dokumen Klik tombol di bawah untuk mengunduh file yang tersedia ⬇️ DOWNLOAD SEKARANG
📄 Download Dokumen Klik tombol di bawah untuk mengunduh file yang tersedia ⬇️ DOWNLOAD SEKARANG