Tiga Desa di Kabupaten Wonosobo Raih Penghargaan Desa Mandiri Sampah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026
Tiga Desa di Kabupaten Wonosobo Raih Penghargaan Desa Mandiri Sampah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026Wonosobo – Kabupaten Wonosobo kembali menorehkan prestasi dalam upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Tiga desa yang diusulkan sebagai kandidat dalam Penghargaan Desa Mandiri Sampah (DEMASA) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 berhasil meraih apresiasi pada masing-masing kategori.Prestasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/276 Tahun 2026 tentang Penerima Penghargaan Desa Mandiri Sampah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.Adapun tiga desa dari Kabupaten Wonosobo yang berhasil memperoleh penghargaan tersebut yaitu:Desa Talunombo – meraih Peringkat 3 Kategori Utama.Desa Kalimendong – meraih Peringkat 11 Kategori Madya.Desa Bojasari – meraih Peringkat 15 Kategori Madya.Capaian tersebut menjadi bukti atas komitmen dan konsistensi pemerintah desa bersama masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis sumber daya lokal. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran berbagai unsur di tingkat desa, mulai dari pemerintah desa, pengelola TPS3R dan Bank Sampah, kader lingkungan, hingga masyarakat yang secara aktif terlibat dalam pengelolaan sampah.Penghargaan DEMASA merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap desa yang dinilai mampu mengembangkan tata kelola persampahan secara mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi di tingkat desa, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah, tetapi juga mendorong upaya pengurangan sampah dari sumbernya.Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Talunombo, Desa Kalimendong, dan Desa Bojasari beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.Keberhasilan tiga desa tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Wonosobo untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kelompok pengelola sampah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Prestasi ini bukan sekadar capaian dalam sebuah ajang penghargaan, tetapi menjadi refleksi bahwa gerakan bersama dari tingkat desa mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan.Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta memperluas praktik-praktik baik dari desa-desa yang telah berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri.Selamat kepada Desa Talunombo, Desa Kalimendong, dan Desa Bojasari. Semoga capaian ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menjadi inspirasi dalam mewujudkan Wonosobo Berseri, Desa Mandiri Sampah, dan Lingkungan Lestari.Wonosobo Hebat, Desa Mandiri Sampah, Indonesia Lestari.